Selasa, 08 September 2015

Belajar "NERIMAN"

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya....." (Al-Baqarah 286)

Hidup tempatnya masalah, memang. Coba bayangkan ketika hidup ini tidak ada masalah? tidak akan ada pula manusia yang dewasa dan berkembang pola pikirnya. Karena hakekatnya masalah adalah jalan kita untuk berfikir dan bersifat dewasa. Dengan kita bisa menyelesaikan satu masalah berarti telah naik juga tingkat kedewasaan berfikir kita. Masalah bisa dikatakan sebagai ujian. Seperti halnya sekolah, jika kita ingin naik kelas maka kita juga harus mengikuti ujian. Begitu juga dengan Allah, Allah akan memberi ujian kepada kita untuk mengukur seberapa iman kita kepadaNya, dan jika kita berhasil melewati ujian yang diberikan Allah InsyaAllah akan naik juga derajat kita dihadapan Allah.

Cobaan..
Banyak dari kita yang pernah diberi cobaan oleh Allah. Bersenanglah! Berbahagialah! itu tandanya Allah masih sayang dan memperhatikan kita. Allah masih ingin kita dekat denganNya, Allah masih ingin kita berdoa kepadaNya, Allah masih ingin kita meminta kepadaNya.

Jangan karena kita diberi cobaan lantas kita menyalahkan Allah!
Bukan.. Bukan Allah yang salah! tapi kita. Mungkin kita yang kurang bersyukur, mungkin kita yang kurang dekat denganNya, atau lebih parahnya mungkin kita yang terlalu jauh dariNya. Sehingga tak mengenalnya dan hanya bisa menyalahkanNya saja ketika cobaan/masalah datang dikehidupan kita.

Sebagai hamba, memang seharusnya kita bisa bersyukur dan menerima apa yang telah Allah berikan kepada kita. Bersyukur atas apa-apa yang telah diberikan Allah kepada kita, mulai dari rahmat, nikmat, rejeki, hidayah, dan segala apapun itu. Namun jangan lupa kita pun harus bisa menerima dengan ikhlas apapun yang diberikan Allah kepada kita, mulai dari musibah, cobaan, dan apapaun sebagainya. Memang ikhlas itu tidak mudah. Namun tidak akan pernah terasa mudah jika kita tidak pernah mencobanya.

Ketika cobaan itu datang, ingat ayat diatas tadi. Bahwa Allah tidak pernah menguji/membebani seseorang melebihi batas kemampuannya. Allah pun telah telah berfirman "Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (Al-Insyirah 5-6).

Contoh yang paling sering ketika kita diberi cobaan kehilangan barang atau seseorang yang benar-benar kita sayang dan cintai. Kita sering kali marah, sering kali tidak ikhlas dan sebagainya. Kita lupa bahwa pada hakekatnya setiap apa-apa yang kita miliki adalah bukan milik kita dan akan kembali pada pemiliknya. Dan Semua yang ada di dunia ini adalah milik Allah, bahkan diri kita sendiri adalah bukan milik kita.

Lagi, ketika seorang manusia telah mempunyai pilihan dan telah memberikan usaha yang keras atas pilihan, dan ternyata semua tak berjalan sesuai rencana. Karena pilihannya tidak sesuai dengan kehendak Allah. Sering kali, bahkan kebanyakan dari kita lalu menyalahkan Allah. Kita masih sering lupa, bahwa kita sebagai manusia hanya bisa berencana dan untuk hasilnya adalah kehendakNya.

Itu menunjukkan bahwa kita sebagai manusia masih kurang bersyukur dan menerima atas apa-apa yang telah diberikan Allah kepada kita. Mungkin juga, cobaan kita tak ada apa-apanya dari cobaan saudara kita lainnya. Coba berfikir tidak hanya dari prespektif kita, coba berfikir dari banyak prespektif. InsyaAllah kita akan mudah bersyukur dan menerima apa yang telah diberikan Allah.

"Apa yang kita inginkan, belum tentu kita butuhkan. tapi Allah pasti tau apa yang kita butuhkan" 

Memang ketika kita mendapat apa yang tidak kita inginkan, itu rasanya kecewa, sakit, geram, dan lain sebagainya. Tapi kita tidak tau rencana apa yang Allah siapkan dibalik semua itu. Yang pasti selalu ada hikmah dibalik setiap cobaan.

Yakiiiiiinnn aja, apa yang diberikan Allah ke kita adalah memang yang terbaik untuk kita. Karena Allah tau apa yang terbaik untuk kita :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar