Sabtu, 05 Desember 2015

Makna Kehamilan

Kehamilan adalah sesuatu yang istimewa yang hanya di miliki oleh kaum wanita. Dalam kehamilan banyak sekali keutamaan yang dijanjikan oleh Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah saw bersabda
“Wanita yang sedang hamil dan menyusui sampai habis masa menyusuinya seperti di garis fi sabilillah. Dan jika ia meninggal di antara waktu tersebut, maka sesungguhnya baginya adalah pahala mati syahid”. (Thabrani)


Dalam lain kesempatan Nabi saw. Bersabda kepada putrinya Fatimah ra.: “ Wahai Fatimah, jika WANITA mengandung anak di PERUTNYA, maka para malaikat akan memohonkan AMPUNAN baginya, dan ALLAH menetapkan baginya setiap hari SERIBU KEBAIKAN, menghapuskan SERIBU KEJELEKANNYA. Ketika wanita itu merasa SAKIT ketika MELAHIRKAN, maka ALLAH menetapkan baginya pahala para pejuang ALLAH SWT. Jika ia MELAHIRKAN bayinya, maka KELUARLAH DOSA-DOSANYA seperti ketika ia di lahirkan oleh ibunya, dan tidak akan keluar dari dunia dengan membawa SATU DOSA APAPUN. Di kuburnya akan di tempatkan di taman-taman surga. ALLAH memberinya PAHALA SERIBU IBADAH HAJI DAN UMRAH, dan SERIBU MALAIKAT memohonkan ampunan baginya hingga HARI KIAMAT”


Wanita Shalihah akan menghadapi semua ini dengan penuh harapan dan kesabaran. Karena dibalik itu semua terdapat janji-jani pahala yang berlipat ganda. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa para sahabat, walaupun dalam keadaan yang sangat miskin, tetapi tetap berkeinginan untuk mempunyai banyak anak. Padahal apapun alasan kita untuk tidak mau mempunyai banyak anak, ternyata keluarga sahabat lebih parah lagi keadaan hidup mereka dibandingkan dengan kehidupan kita.

Kamis, 26 November 2015

Yuk mendewasakan diri

Mari dewasakan diri. Dengan apa?
1. Kalo salah, introspeksi diri, nggak perlu dunia tau kalo lu udah sadar kalo lu salah. Salah, dosa. Tobat, bukan curhat di socmed
2. Kalo sedih, kecewa sama orang nggak usah lah nyebar2 kejelekannya, update status yang buat orang iba, yg buat orang mikir kalo lu yang terdzolimi. .
Baiknya kalo punya masalah itu dipikirkan lamat-lamat.
Istighfar banyak2 dengan lisan, bukan tulisan dengan update..
.
Baiknya istigfar itu dengan lisan. Emang pernah dengar kalo Rasulullah atau para sahabat sahabiyah istighfar dengan ditulis?? Karena apa?
Karena update status curhat, keluh kesah di socmed nggak ada gunanya buat orang lain, yang nggak ada manfaatnya. Orang nggak butuh, nggak peduli cuma di read, like, komen. 
Di doain? Belum tentu!
Curhat di status itu cuma buat pembenaran diri lu, lu merasa lu bener trus lu mau cari pembelaan dari orang lain secara nggak langsung. Ngumpulin iba dari orang lain.. Di rumah punya cermin?
Gunakan baik2.
Punya kasur?
Coba tarik nafas dalam2 lihat ke langit2, pejamkan mata..
Coba deh review kegiatan hari ini dari pagi sampai sebelum tidur. 
Ngapain aja? 
Dosa apa aja yang udah dibuat hari ini?
Udah tobat? Udah istigfar?
Nggak perlu nyalahin orang lain! Gua bikin dosa karena dia. Dia kan begini, diakan begitu. Dia yang jelek, gua mah baik, dianya aja begitu.
Nggak malu sama istri Rasulullah yang paling muda, masih tergolong anak2 menuju remaja tapi punya pikiran & sikap yang dewasa?
Alah, dia kan istri Rasulullah, kita manusia biasa mana bisa begitu!
Emang, emang kita manusia biasa nggak akan diri kita ini bisa seperti istri Rasulullah, sahabat, apalagi Rasulullah. Tapi Allah maha tahu, Allah suka dengan manusia yang mau berusaha merubah nasibnya, merubah dirinya sendiri. :)

Selasa, 17 November 2015

BERBICARA YANG BAIK atau LEBIH BAIK DIAM

Asslamualaikum Muslimah..

Kerap kali kita meluapkan amarah kita saat sedang emosi kepada orang-orang terdekat kita atau di media sosial. Bahkan dari perbuatan kita itu, banyak pula pihak-pihak atau orang-orang disekitar kita tersakiti.

Tak jarang pula jika kita tersakiti dengan seseorang, kita akan melampiaskan rasa kesal dan sakit hati kita pada orang tersebut dengan kata-kata kasar, tidak baik dan menyakitkan pula.

Sebenarnya apa tujuan dari perilaku kita tersebut? apakah kita ingin agar orang yang menyakiti kita tahu bahwa kita sangat tersakiti? atau apakah kita ingin agar oarang itu merasakan hal serupa dengan kita yang tersakiti?

Muslimah, sebelum kita meluapkan amarah, sakit hati dan kesal, sebaiknya pikirkan terlebih dahulu baik dan buruknya. Bagaimana dampaknya? akankah tidah merusak tali silaturahim? akankah tidak menjadi perdebatan kusir?

Jangan sampai kata-kata yang keluar dari mulit kita menyakiti teman, sahabat, keluarga, maupun orang tua kita ya muslimah. Jangan sampai kata-kata kita menghilangkan kepercayaan dan kebaikan seseorang kepada diri kita. Jangan sampai kata-kata kita membunuh kita sendiri.

Untuk menghindari dampak buruk ketika kita sedang emosi, ucapkan istighfar, bisa juga dengan berwudhu lalu membaca alquran atau bisa pula menumpahkan segala emosi kita dengan curhat kepada Allah dengan kata-kata yang lembut, menangislah bila itu perlu untuk melegahkan rasa marah dan kesalmu.

InsyaAllah, Allah pasti menghapus rasa kesal, sedih dan amarahmu dengan memaafkan seseorang yang telah menyakitimu. Bukankah memaafkan itu indah? Bahkan Allah Maha Pemaaf dosa-dosa kita jika bertaubat dengan sungguh-sungguh.

Yang perlu diingat bahwa sabar itu tidak ada batasnya. Yuk, berbicara yang baik atau lebih baik diam jika sedang marah ya muslimah :)

Selasa, 10 November 2015

Sudahkah ilmu kita bermanfaat



Ciri-ciri ilmu yang bermanfaat di dalam diri seseorang yaitu:
1.Menghasilkan rasa takut dan cinta kepada ALLAH
.
2.Menjadikan hati tunduk atau khusyuk kepada ALLAH dan merasa hina di hadapan-Nya dan selalu bersikap tawadu’
.
3.Membuat jiwa selalu merasa cukup (qanaah) dengan hal-hal yang halal walaupun sedikit yang itu merupakan bagian dari dunia
.
4.Menumbuhkan rasa zuhud terhadap dunia
.
5.Senantiasa didengar doanya
.
6.Ilmu itu senantiasa berada di hatinya
.
7.Menganggap bahwa dirinya tidak memiliki sesuatu dan kedudukan
.
8.Menjadikannya benci akan tazkiah dan pujian
.
9.Selalu mengharapkan akhirat
.
10.Menunjukkan kepadanya agar lari dan menjauhi dunia. Yang paling menggiurkan dari dunia adalah kepemimpinan, kemasyhuran dan pujian
.
11.Tidak mengatakan bahwa dia itu memiliki ilmu dan tidak mengatakan bahwa orang lain itu bodoh, kecuali terhadap orang-orang yang menyelisihi sunnah dan ahlussunnah. Sesungguhnya dia mengatakan hal itu karena hak-hak ALLAH, bukan untuk kepentingan pribadinya
.
12.Berbaik sangka terhadap ulama-ulama salaf (terdahulu) dan berburuk sangka pada dirinya
.
13.Mengakui keutamaan-keutamaan orang-orang yang terdahulu di dalam ilmu dan merasa tidak bisa menyaingi martabat mereka
.
14.Sedikit berbicara karena takut jika terjadi kesalahan dan tidak berbicara kecuali dengan ilmu. Sesungguhnya, sedikitnya perkataan-perkataan yang dinukil dari orang-orang yang terdahulu bukanlah karena mereka tidak mampu untuk berbicara, tetapi karena mereka memiliki sifat wara’ dan takut pada ALLAH Ta'ala
.
.
Tanya diri:
Sudahkah ilmu kita bermanfaat [bagi diri sendiri dan orang lain] ?

Jumat, 06 November 2015

HP sepi gak perlu galau muslimah :)

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh “Laa Tahzan, Innallaha Ma'ana” Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita…

sahabat sholeh/sholehah
teman memang memiliki arti penting di dalam hidup kita. tertawa bersama, berbagi kesedihan, saling sharing untuk bertukar pendapat, dan masih banyak lagi hal hal menyenangkan yang dapat kita lakukan bersama teman.

Teman yang Sholeh/Sholehah umpama cahaya yang dikirimkan Allah untuk kita, membimbing dan merangkul, melangkah bersama dijalan Allah.

Tapi ingat, tak selamanya teman memiliki waktu untuk dicurahkan penuh kepada kita. Tak selamanya telinga mereka ada untuk mendengar keluh kesah kita. Tak selamanya mulut mereka siap memberi nasehat atau sekedar semangat.
.
terus jadi bete? galau? sepi?
tapi Allah selalu bersama kita lho!
.
sadarkah wahai sahabat?
DIA adalah Dzat yang tak pernah alpa mengawasi kita, Dialah yang tak pernah mengkhianati dan selalu ada bahkan ketika kita sendiri sekalipun. Allah ada dan akan mendengar tiap doa doa mahkluknya, Allah itu dekat, sedekat urat nadi kita. Allah dulu, Allah lagi, Allah terus
.
Astaghfirullahal'adziim
Alhamdulillah wa syukurillah



Kamis, 15 Oktober 2015

Bismillah

Duhai calon pemimpin keluarga kecilku..
Aku tau disana kau sedang mempersiapkan diri, terus memperbaiki setiap amalan yaumiyahMu agar kau kelak siap menjadi imam dan pemimpin keluarga kita nanti..
Aku pun disini juga sedang mempersiapkan diri agar kelak nanti aku dapat menjadi ma'mum yang taat serta sahabat yang pintah yang soleha agar kau dapat dengan nyaman untuk berdiskusi seputar urusan dunia maupun
urusan akhirat..

aku tidak menjanjikan kecantikan karena suatu saat kecentikanku ini akan pudar, pudar dimakan usiaku yang kelak semakin tua dan mengeriput kulitku, wajahku yang tak akan kencang lagi mungkin kelak akan mengendur di makan usia. Mungkin di luar sana pun banyak yang lebih cantik dariku, tapi aku berusaha agara dengan semua yang aku miliki dapat kau dapat merasa nyaman ada disampingku..

Aku pun tidak mejanjikan keindahan akhlak karena aku hanyalah muslimah biasa yang masih penuh dengan kekurangan. Tapi aku berharap engkau kelak dapat dengan sabar dan penuh kasih sayang membimbingku dan keluarga kita nanti untuk semakin mencintai Allah..

Aku pun tidak dapat menjanjikan cinta yang besar karena kelak cinta tertinggi kita hanyalah untuk Allah, tapi aku akan mencintaiMu sebagai bentuk cintaku kepada Allah. Aku akan mengabdi kepadaMu sebagai bentuk pengabdianku kepada Allah..

Aku pun tidak menjanjikan dapat menjadi istri yang baik. Tapi aku akan selalu berusaha untuk mendampingimu di kala kau bahagia maupun bersedih, aku akan selalu berusaha ada disini menjadi orang pertama yang akan mendukung semua ide cemerlangmu dan mengingatkan di kala kau khilaf..

Aku akan selalu setia disini menunggumu :)

Senin, 12 Oktober 2015

BAPER?? gak salah kok

Bukankah setaip manusia punya perasaan? itukah yang membedakan kita dengan hewan??
Sangat sering kita dengar istilah BAPER alia bawa perasaan dalam kehidupan kita sehari-hari. katanya sih jadi seorang yang BAPER itu cenderung gak baik, malah tambah sering dibully, di ejek, dimaki, dll.

Bukannya setiap manusia itu pasti punya perasaan, bukannya itu salah satu pembeda kita dengan hewan..
Bukankah BAPER itu fitrah yaa.. tapi kalau sampai salah arah akan membuat masalah juga sih.
Jadi BAPER itu ga masalah si selama kita bisa menempatkan sesuai porsinya, bahkan BAPER akan membuat kita peka terhadap orang lain dan bagaimana harus bersikap terhadap orang lain.

BAPER membuat kita lebih bersyukur dan BAPER bisa mendekatkan kita pada sang pencipta perasaan kan..

Maka BAPERlah pada tempatnya karena jika kita BAPER sembarangan dampaknya juga bakal buruk loh..
orang yang BAPER biasanya cenderung mudah tersinggung, mudah galau, mudah percaya, gampang dirayu dan mudah berprasangka.
Supaya kita bisa BAPER pada tempatnya maka gunakanlah juga akal, perasaan dan hati harus sejalan..

Jangan bawa perasaan aja tapi akalnya juga harus dipake dong, jangan pake akal aja tapi perasaannya juga dibawa dong.. jadi harus seimbang sesuai dengan kata hati

Bukankah Allah sudah berfirman dalam ayat cintanya 

Katakanlah: "Dia-lah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati". (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur. (al-mulk:23)