1.Menghasilkan rasa takut dan cinta kepada ALLAH
.
2.Menjadikan hati tunduk atau khusyuk kepada ALLAH dan merasa hina di hadapan-Nya dan selalu bersikap tawadu’
.
3.Membuat jiwa selalu merasa cukup (qanaah) dengan hal-hal yang halal walaupun sedikit yang itu merupakan bagian dari dunia
.
4.Menumbuhkan rasa zuhud terhadap dunia
.
5.Senantiasa didengar doanya
.
6.Ilmu itu senantiasa berada di hatinya
.
7.Menganggap bahwa dirinya tidak memiliki sesuatu dan kedudukan
.
8.Menjadikannya benci akan tazkiah dan pujian
.
9.Selalu mengharapkan akhirat
.
10.Menunjukkan kepadanya agar lari dan menjauhi dunia. Yang paling menggiurkan dari dunia adalah kepemimpinan, kemasyhuran dan pujian
.
11.Tidak mengatakan bahwa dia itu memiliki ilmu dan tidak mengatakan bahwa orang lain itu bodoh, kecuali terhadap orang-orang yang menyelisihi sunnah dan ahlussunnah. Sesungguhnya dia mengatakan hal itu karena hak-hak ALLAH, bukan untuk kepentingan pribadinya
.
12.Berbaik sangka terhadap ulama-ulama salaf (terdahulu) dan berburuk sangka pada dirinya
.
13.Mengakui keutamaan-keutamaan orang-orang yang terdahulu di dalam ilmu dan merasa tidak bisa menyaingi martabat mereka
.
14.Sedikit berbicara karena takut jika terjadi kesalahan dan tidak berbicara kecuali dengan ilmu. Sesungguhnya, sedikitnya perkataan-perkataan yang dinukil dari orang-orang yang terdahulu bukanlah karena mereka tidak mampu untuk berbicara, tetapi karena mereka memiliki sifat wara’ dan takut pada ALLAH Ta'ala
.
.
Tanya diri:
Sudahkah ilmu kita bermanfaat [bagi diri sendiri dan orang lain] ?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar