Kamis, 26 November 2015

Yuk mendewasakan diri

Mari dewasakan diri. Dengan apa?
1. Kalo salah, introspeksi diri, nggak perlu dunia tau kalo lu udah sadar kalo lu salah. Salah, dosa. Tobat, bukan curhat di socmed
2. Kalo sedih, kecewa sama orang nggak usah lah nyebar2 kejelekannya, update status yang buat orang iba, yg buat orang mikir kalo lu yang terdzolimi. .
Baiknya kalo punya masalah itu dipikirkan lamat-lamat.
Istighfar banyak2 dengan lisan, bukan tulisan dengan update..
.
Baiknya istigfar itu dengan lisan. Emang pernah dengar kalo Rasulullah atau para sahabat sahabiyah istighfar dengan ditulis?? Karena apa?
Karena update status curhat, keluh kesah di socmed nggak ada gunanya buat orang lain, yang nggak ada manfaatnya. Orang nggak butuh, nggak peduli cuma di read, like, komen. 
Di doain? Belum tentu!
Curhat di status itu cuma buat pembenaran diri lu, lu merasa lu bener trus lu mau cari pembelaan dari orang lain secara nggak langsung. Ngumpulin iba dari orang lain.. Di rumah punya cermin?
Gunakan baik2.
Punya kasur?
Coba tarik nafas dalam2 lihat ke langit2, pejamkan mata..
Coba deh review kegiatan hari ini dari pagi sampai sebelum tidur. 
Ngapain aja? 
Dosa apa aja yang udah dibuat hari ini?
Udah tobat? Udah istigfar?
Nggak perlu nyalahin orang lain! Gua bikin dosa karena dia. Dia kan begini, diakan begitu. Dia yang jelek, gua mah baik, dianya aja begitu.
Nggak malu sama istri Rasulullah yang paling muda, masih tergolong anak2 menuju remaja tapi punya pikiran & sikap yang dewasa?
Alah, dia kan istri Rasulullah, kita manusia biasa mana bisa begitu!
Emang, emang kita manusia biasa nggak akan diri kita ini bisa seperti istri Rasulullah, sahabat, apalagi Rasulullah. Tapi Allah maha tahu, Allah suka dengan manusia yang mau berusaha merubah nasibnya, merubah dirinya sendiri. :)

Selasa, 17 November 2015

BERBICARA YANG BAIK atau LEBIH BAIK DIAM

Asslamualaikum Muslimah..

Kerap kali kita meluapkan amarah kita saat sedang emosi kepada orang-orang terdekat kita atau di media sosial. Bahkan dari perbuatan kita itu, banyak pula pihak-pihak atau orang-orang disekitar kita tersakiti.

Tak jarang pula jika kita tersakiti dengan seseorang, kita akan melampiaskan rasa kesal dan sakit hati kita pada orang tersebut dengan kata-kata kasar, tidak baik dan menyakitkan pula.

Sebenarnya apa tujuan dari perilaku kita tersebut? apakah kita ingin agar orang yang menyakiti kita tahu bahwa kita sangat tersakiti? atau apakah kita ingin agar oarang itu merasakan hal serupa dengan kita yang tersakiti?

Muslimah, sebelum kita meluapkan amarah, sakit hati dan kesal, sebaiknya pikirkan terlebih dahulu baik dan buruknya. Bagaimana dampaknya? akankah tidah merusak tali silaturahim? akankah tidak menjadi perdebatan kusir?

Jangan sampai kata-kata yang keluar dari mulit kita menyakiti teman, sahabat, keluarga, maupun orang tua kita ya muslimah. Jangan sampai kata-kata kita menghilangkan kepercayaan dan kebaikan seseorang kepada diri kita. Jangan sampai kata-kata kita membunuh kita sendiri.

Untuk menghindari dampak buruk ketika kita sedang emosi, ucapkan istighfar, bisa juga dengan berwudhu lalu membaca alquran atau bisa pula menumpahkan segala emosi kita dengan curhat kepada Allah dengan kata-kata yang lembut, menangislah bila itu perlu untuk melegahkan rasa marah dan kesalmu.

InsyaAllah, Allah pasti menghapus rasa kesal, sedih dan amarahmu dengan memaafkan seseorang yang telah menyakitimu. Bukankah memaafkan itu indah? Bahkan Allah Maha Pemaaf dosa-dosa kita jika bertaubat dengan sungguh-sungguh.

Yang perlu diingat bahwa sabar itu tidak ada batasnya. Yuk, berbicara yang baik atau lebih baik diam jika sedang marah ya muslimah :)

Selasa, 10 November 2015

Sudahkah ilmu kita bermanfaat



Ciri-ciri ilmu yang bermanfaat di dalam diri seseorang yaitu:
1.Menghasilkan rasa takut dan cinta kepada ALLAH
.
2.Menjadikan hati tunduk atau khusyuk kepada ALLAH dan merasa hina di hadapan-Nya dan selalu bersikap tawadu’
.
3.Membuat jiwa selalu merasa cukup (qanaah) dengan hal-hal yang halal walaupun sedikit yang itu merupakan bagian dari dunia
.
4.Menumbuhkan rasa zuhud terhadap dunia
.
5.Senantiasa didengar doanya
.
6.Ilmu itu senantiasa berada di hatinya
.
7.Menganggap bahwa dirinya tidak memiliki sesuatu dan kedudukan
.
8.Menjadikannya benci akan tazkiah dan pujian
.
9.Selalu mengharapkan akhirat
.
10.Menunjukkan kepadanya agar lari dan menjauhi dunia. Yang paling menggiurkan dari dunia adalah kepemimpinan, kemasyhuran dan pujian
.
11.Tidak mengatakan bahwa dia itu memiliki ilmu dan tidak mengatakan bahwa orang lain itu bodoh, kecuali terhadap orang-orang yang menyelisihi sunnah dan ahlussunnah. Sesungguhnya dia mengatakan hal itu karena hak-hak ALLAH, bukan untuk kepentingan pribadinya
.
12.Berbaik sangka terhadap ulama-ulama salaf (terdahulu) dan berburuk sangka pada dirinya
.
13.Mengakui keutamaan-keutamaan orang-orang yang terdahulu di dalam ilmu dan merasa tidak bisa menyaingi martabat mereka
.
14.Sedikit berbicara karena takut jika terjadi kesalahan dan tidak berbicara kecuali dengan ilmu. Sesungguhnya, sedikitnya perkataan-perkataan yang dinukil dari orang-orang yang terdahulu bukanlah karena mereka tidak mampu untuk berbicara, tetapi karena mereka memiliki sifat wara’ dan takut pada ALLAH Ta'ala
.
.
Tanya diri:
Sudahkah ilmu kita bermanfaat [bagi diri sendiri dan orang lain] ?

Jumat, 06 November 2015

HP sepi gak perlu galau muslimah :)

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh “Laa Tahzan, Innallaha Ma'ana” Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita…

sahabat sholeh/sholehah
teman memang memiliki arti penting di dalam hidup kita. tertawa bersama, berbagi kesedihan, saling sharing untuk bertukar pendapat, dan masih banyak lagi hal hal menyenangkan yang dapat kita lakukan bersama teman.

Teman yang Sholeh/Sholehah umpama cahaya yang dikirimkan Allah untuk kita, membimbing dan merangkul, melangkah bersama dijalan Allah.

Tapi ingat, tak selamanya teman memiliki waktu untuk dicurahkan penuh kepada kita. Tak selamanya telinga mereka ada untuk mendengar keluh kesah kita. Tak selamanya mulut mereka siap memberi nasehat atau sekedar semangat.
.
terus jadi bete? galau? sepi?
tapi Allah selalu bersama kita lho!
.
sadarkah wahai sahabat?
DIA adalah Dzat yang tak pernah alpa mengawasi kita, Dialah yang tak pernah mengkhianati dan selalu ada bahkan ketika kita sendiri sekalipun. Allah ada dan akan mendengar tiap doa doa mahkluknya, Allah itu dekat, sedekat urat nadi kita. Allah dulu, Allah lagi, Allah terus
.
Astaghfirullahal'adziim
Alhamdulillah wa syukurillah